Eksistensi Bahasa Jawa untuk Generasi Muda


Kemampuan berbahasa lebih-lebih ketrampilan berbicara perlu dilatih melalui sebuah proses. Berani menyampaikan pendapat ide dan gagasan di hadapan orang banyak membutuhkan kemampuan dan latihan, Penguasaan materi sangat penting namun diperlukan juga kemampuan berbahasa. Secara umum kemampuan berbahasa Indonesia lebih lazim dimiliki oleh generasi muda apalagi sering digunakan sebagai bahasa sehari-hari.

Namun tidak demikian dengan bahasa daerah dalam hal ini Bahasa Jawa. Tak banyak siswa sebagai generasi muda saat ini mahir berbahasa Jawa. Apalagi dalam bahasa Jawa memiliki tingkatan pengguna. Hal ini yang mendasari perlunya disampaikan pembekalan berbahasa Jawa sekaligus untuk mengangkat kearifan lokal. "Selayaknya siswa sebagai generasi muda turut berkontribusi aktif dalam menjaga eksistensi bahasa Jawa dengan memiliki kemampuan dalam sastra Jawa seperti tembang, geguritan serta kemampuan untuk sesorah atau berpidato dan bisa juga menjadi presenter maupun pranata adicara," jelas Slamet Nugroho S.Pd. guru bahasa Jawa sekaligus wakasek Kesiswaan SMA Negeri 8 Yogyakarta, pemateri DCCB  beberapa waktu lalu. Ketrampilan berbahasa tersebut membuka peluang untuk berprestasi pada lomba atau kompetisi serta memberi manfaat pada masyarakat misalnya dalam acara hajatan.

Bahasa berperan menyampaikan rasa maka sepantasnyalah siswa memiliki bekal multibahasa termasuk Bahasa Jawa. Melalui pemakaian Bahasa Jawa yang baik dan benar sebagai salah satu upaya menjadikan generasi muda sebagai pelestari budaya bangsa.

~MRJ~