Jejak Angka di Atas Kertas


Rapor usai dibagi penanda tahun ajaran saatnya berganti. Meski pembelajaran 2019/2020 diwanai dengan kondisi pandemi namun catatan prestasi harus tetap realisasi. Proses belajar peserta diidk selama masa pembelajaran dalam bentuk pemahaman materi, penyelesaian tugas-tugas, penilaian harian diwujudkan dalam bentuk angka penilaian pada aspek kognitif (pengetahuan) dan psikomotor (keterampilan). Adapun penilaian sikap serta perilaku peserta didik ditunjukkan dalam abjad A,B,C yang masing-masing menjelaskan karakter sangat baik, baik, dan cukup baik.  Angka-angka yang tertera merupakan sarana komunikasi guru kepada peserta didik dan orang tua siswa terkait capaian hasil belajar selama proses pembelajaran. Rapor semestinya menjadi bagian pencermatan terkait evaluasi belajar peserta didik selama ini dan bersiap perubahan pola belajar di masa depan agar hasil maksimal.

"Ranking berapa anak saya ya?" Pertanyaan yang sering terdengar dari orang tua siswa saat rapor diterima. Hal itu wajar terlintas di pikiran orang tua karena keingintahuan posisi anaknya. Namun perlu kesadaran bersama untuk mengubah paradigma orang tua bahwa segala sesuatu jangan hanya diukur melalui angka. 

Kurikulum 2013 dengan pengolahan e-rapor tidak mencantumkan ranking. Hal ini bukan tanpa alasan namun ada sesuatu yang perlu disampaikan kepada maayarakat. Kurikulum 2013 menggali dan mengembangkan semua kompetensi siswa baik sikap, pengetahuan maupun keterampilan sehingga tidak tercantum ranking atau peringkat prestasi siswa.Siswa yang nilai-nilai mata pelajarannya baik, tetapi sikapnya tidak baik. Atau belum tentu siswa yang sopan, baik, dan jujur tetapi nilai pengetahuan dan ketrampilannya juga baik. Jadi, tidak bisa digeneralisasi. Dikhawatirkan apabila orientasi belajar siswa berkompetisi hanya mengejar angka akan menciptakan karakter individualisme.Padahal proses pembelajaran diharapkan membentuk pribadi yang memiliki life skill serta berkarakter baik secara indvidu maupun sosial.

Terlepas dari paradigma perlu tidaknya ranking maka peringkat nilai tetap dibutuhkan. Artinya keberadaan ranking tetap ada hanya tidak perlu dicantumkan di dalam lembar rapor karena akan menjadi jejak angka seumur hidup di dalam lembar kertas itu. Untuk jenjang Sekolah Menengah Atas peringkat nilai tetap diperlukan karena ada jalur penerimaan mahasiswa yang menggunakan dasar seleksi dari nilai rapor. Nilai yang berbentuk angka dalam rapor sebagai komponen penghitungan indikator capaian hasil belajar peserta didik dari sisi akademik. 

                                                                                                Penulis: Sumarjiono,S.Pd., Guru Delayota