Menapak Jejak Pramuka


Pramuka merupakan kegiatan kepanduan yang identik dengan sebuah kepemimpinan, kemandirian serta kebersamaa. Tidak akan pernah habis mendiskusikan tentang dunia kepramukaan. sejarah lahirnya Pramuka telah menggambarkan sebuah perjuangan. Pramuka sudah ada sejak 100 tahun yang lalu. Artinya kegiatan kepramukaan memberi warna dalam kehidupan. 

Sejarah singkat yang sering dijumpai tentang pramuka  adalah gerakan kepanduan yang dikembangkan oleh Lord Biden Powell sekaligus Bapak Pramuka Dunia pada tahun 1907 sebelum terbentuknya Gerakan Pramuka di Indonesia. Awalnya gerakan ini dia buat untuk membina kaum muda Inggris yang terlibat tindakan kekerasan dan kriminal. Powell mengajak 21 orang berkemah di Pulau Brownsea selama delapan hari. Kegiatan perkemahan ini memberikan efek baik, Powell pun mengabadikannya melalui buku yang ia tulis berjudul Scouting for Boy. Powell kecil mendapatkan pengalaman scouting bersama kakaknya. Ia mendapatkan latihan berupa berenang, berlayar, olahraga sampai berkemah. Dari latihan yang ia dapat saat muda, membuat dirinya bisa bergabung dalam militer Inggris. Buku yang Powell tulis memberikan banyak inspirasi untuk mendirikan gerakan kepanduan di seluruh dunia. Tahun 1918, dia mendirikan organisasi yang disebut Rover Scout yang beranggotakan remaja. Antusiasme pada buku dan gerakan kepanduan yang dibentuknya ini dikukuhkan dengan diadakannya jambore dunia untuk pertama kalinya di London pada 30 Juli-8 Agustus 1920 yang dihadiri 8.000 anggota dari 34 negara.

Sejarah Pramuka di Indonesia ditandai dengan munculnya cabang milik Belanda dengan nama Nederlandesche Padvinders Organisatie (NPO) pada 1912 yang kemudian berubah nama menjadi Nederlands Indische Padvinders Vereniging (NIVP) pada 1916, di tahun yang sma Mangkunegara VII membentuk Organisasi Kepanduan pertama Indonesia dengan nama Javaansche Padvinder Organisatie (JPO). Lahirnya JPO memicu gerakan nasional lainnya untuk membuat organisasi sejenis pada saat itu diantaranya Hizbul Wahton (HM) pada 1918, JJP (Jong Java Padvinderij) pada 1923, Nationale Padvinders (NP), Nationaal Indonesische Padvinderij (NATIPIJ), Pandoe Pemoeda Sumatra (PPS) dan penyatuan organisasi pandu diawali dengan lahirnya INPO (Indonesische Padvinderij Organisatie) pada 1926 sebagai peleburan dua organisasi kepanduan, Nationale Padvinderij Organisatie (NPO) dan Jong Indonesische Padvinderij Organisatie (JIPO).

Seiring perkembangan kepramukaan apalagi dengan tuntutan perkembangan zaman maka hendaknya kegiatan yang diselenggarkan memberi kontribusi yang nyata pada anggotaya. Sesuai dengan dasa darma Pramuka maka kemanfaatanya dapat dirasakan untuk diri sendiri dan orang lain. Pramuka tidak sekadar berkumpul dan melakukan kegiatan bersama namun semestinya pengalaman dalam kegiatan kepramukaan dapat membekas hingga nanti. Diperlukan pedoman kegiatan kepamukaan yang realistis dalam kondisi saat ini. Ketrampilan dalam kegiatan kepramukaan yang selama ini mengarah pada pembekalan kepemimpinan, kemandirian, kerja sama harus ditingkatkan dengan kemahiran hidup (life skill) yang dimiliki anggota Pramuka. Bukan persoalan yang mudah dengan tantangan yang serba menarik di era digital ini. Namun bukan tidak mungkin keniscayaan menjadi sebuah kesempatan yang dapat diwujudkan melalui dukungan berbagai pihak penyelenggara kegiatan kepramukaan. 

Salam Pramuka !!!

                                                                                                                     Penulis : Sumarjiono, S.Pd.