Meneguhkan Jiwa Pancasila


Pancasila merupakan dasar negara sebagai wujud aktualisasi dari kepribadian bangsa. Dasar negara merupakan ideologi bangsa yang semetinya akan tercermin dalam kehidupan berbangsa dan bernegara serta bermasyarakat. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk menunjukkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Berbagai sisi kehidupan pun dapat digunakan untuk memupuk jiwa Pancasila. Tak  luput dalam dunia pendidikan menjadi sarana yang tepat untuk menumbuhkan semangat Pancasila. Semangat Pancasila merupakan bentuk semangat persatuan dan kesatuan yang di implementasikan dalam kehidupan ber-Ketuhanan Yang Maha Esa, mewujudkan kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan serta keadilan sosial bagi seluruh rakyat

Bertepatan 1 Oktober dikenal sebagai Hari Kesaktian Pancasila mestinya menjadi momentum yang tepat untuk meneguhkan jiwa-jiwa Pancasila. Sejarah telah mencatat keberhasilan Pancasila sebagai ideologi yang mampu menyatuka Bangsa dalam menghadapi pemberontakan G30 S meskipun harus mengorbankan putera-putera bangsa yang terbaik. Ada saatnya memutar kembali sejarah yang menjadi pemantik generasi muda untuk mengetahui betapa berat perjuangan para pendahulu dalam mempertahankan ideologi bangsa ini. Peran dunia pendidikan terbuka lebar yang diharapkan untuk memberi pemahaman yang benar terkait sejarah kesaktian Pancasila ini. Salah satu cara untuk merealisasikan cita-cita Pancasila melalui peningkatan kualitas pendidika. Warga negara yang pintar akan mampu membangun negara sesuai dengan cita-cita luhur yang ada dalam Pancasila.

Sosialisasi tentang nilai-nilai Pancasila sangat diperlukan agar generasi muda yang akan menjadi penerus bangsa ini tidak lupa dan bisa terus menjaga jati diri Bangsa Indonesia. Mengingat bahwa di era industri 4.0 ini, para generasi millenial akan dituntut untuk berlomba-lomba menciptakan inovasi dan juga berpikiran kreatif, sehingga dikhawatirkan banyak remaja akan mulai melupakan jati diri Bangsa Indonesia yang berpedoman pada Pancasila sebagai Dasar Negara hanya karena mengikuti trend yang muncul dari budaya luar negeri.

Sendi-sendi kehidupan yang lain pun berpotensi untuk meneguhkan kembali jiwa pancasila. Dalam kegiatan budaya pun bisa dilaksanakan upaya-upaya peneguhan ideologi itu. Berbagai kegiatan kebudayaan dapat didahului dengan pembacaan atau menghafalkan sila-sila Pancasila. Pementasan budaya-budaya sesuai dengan nilai-nilai yang ada dalam Pancasila otomatis telah ikut serta dalam meneguhkan jiwa Pancasila pada setiap warga negara.

Bidang ekonomi mestinya juga mampu berperan dalam memantapkan ideologi bangsa ini. Bangsa Indonesia dikenal sebagai bangsa yang kaya sumber daya alam. Namun masih banyak warga negara yang hidup dalam ketidakmampuan. lronis melihat kehidupan masyarakat dengan kekayaan alam yang berlimpah. Badan Perencanaan pembangunan Nasional (Bappernas) memperkirakan Indonesia bisa keluar dari jebakan negara dengan pendapatan menengah (middle income trap) dan menjadi negara maju dalam 16 tahun ke depan atau 2036 mendatang. Dengan syarat, rata-rata pertumbuhan ekonomi lndonesia mencapai 5,7 persen pertahun. 

Pertanyaan, bagaimanakah pengelolaan sumber daya alam kita selama ini? Apakah sumber daya manusia sudah mampu mengolah untuk kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia sesuai cita-cita luhur dalam pancasila? Mari sejenak kita ingat sebuah lirik lagu yang berbunyi " bukan lautan namun kolam susu, ikan dan jala akan menghidupimu... orang bilang tanah kita tanah surga, tongkat kayu dan batu jadi tanaman.." Konteks lagu itu menggambarkan betapa tanah air kita memiliki kekayaan alam yang akan mampu memberikan kesejahteraan bagi rakyatnya. Mari kita cari jawaban yang ada dalam setiap pribadi masing-masing pada momentum peringatan kesaktian Pancasila hari ini :)

                                                                                                  Penulis : Sumarjiono, S.Pd.