Menguak Timbunan Ilmu


Salam literasi untuk para pembaca, Hari ini sudah baca apa? Berapa buku yang sudah dibaca? Buku apa saja yang dibeli bulan ini? Sederet pertanyaan yang hanya bisa dijawab oleh diri kita masing-masing. Pepatah lama sering kita dengar. Buku adalah sumber ilmu. Buku merupakan jendela dunia. Tapi sudahkah kita menjadikan slogan itu sebagai kebutuhan? Saat ini membaca bukan lagi sebagai kebutuhan tapi merupakan keharusan. Bacaan apapun dapat dijadikan pembiasaan untuk meningkatkan kemampuan literasi. Apalagi untuk para penggiat pendidikan. Bagi yang enggan membaca dipastikan tertinggal informasi dan perkembangan ilmu pengetahuan serta teknologi.

Mari kita lihat di rumah kita. Kita cermati perpustakaan sekolah masing-masing. Ada berapa katalog buku yang tersedia. Berapa jenis buku pendatang baru yang menghuni rak-rak penyimpanan buku. Berikutnya berapa peminjam buku yang diasumsikan sebagai pembaca buku tersebut. Untuk peningkatan literasi siswa dan guru selayaknya penyediaan buku-buku referensi dan penunjang pembelajaran menjadi prioritas untuk pengadaan. Buku-buku yang menjadi sarana transfer ilmu jangan hanya menjadi timbunan yag usang dan berdebu.

inovasi dan strategi harus disiapkan sejak sekarang untuk menumbuhkan para pecinta buku. Perlu sebuah terobosan untuk meningkatkan gemar membaca buku. Perlu semacam reward-reward khusus bagi siswa agar mau meminjam dan membaca buku. Apresiasi perlu dilakukan untuk mengawali sebuah pembiasaan literasi. Kendala-kendala yang menjadi pemicu malas baca perlu ada solusi bukan pembiaran tanpa tahu akhirnya nanti. 

Menurut Unesco peringkat pendidikan Indonesia di Asean berada diposisi kelima setelah Singapura, Brunei Darussalam, Malaysia, dan Thailand. Sedangkan dalam peringkat dunia Indonesia menempati urutan ke-108 di bawah Palestina. Salah satu faktor mengapa pendidikan di Indonesia belum sehebat negara-negara lain karena kurangnya minat baca, maka menanamkan minat baca itu sangatlah penting apalagi sejak masih kecil. 

Ada beberapa cara bisa ditempuh untuk menumbuhkan minat baca buku. Awali membaca buku yang disukai. Luangkan waktu untuk mmembaca buku walaupun hanya sebentar. Bergabung dengan komunitas pecinta buku untuk diskusi ilmu. Perkaya khasanah bacaan dengan berbagai jenis buku untuk menghindari kejenuhan. Kembangkan membaca sebagai kegemaran atau hobi dan ajak kawan dekat serta keluarga untuk gemar membaca. Gerakan cinta buku dan cinta ilmu selayaknya menjadi program prioritas tiap sekolah bahkan tiap keluarga di rumah dengan penyediaan bahan bacaan yang relevan.

                             Penulis: Sumarjiono,S.Pd. , Guru SMA Negeri 8 Yogyakarta.