Meretas Jiwa Nasionalisme


Gegap gempita dan semarak bendera di sudut kota sampai pelosok desa beri tanda awal datangya bulan Agustus. Tak hanya warga, instansi pemerintah dan swasta pun diimbau untuk semarakkan menyambut peringatan hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang akan datang. Momentum yang tak pernah lekang oleh zaman selama Indonesia merdeka. Euforia peringatan hari Kemerdekaan sudah mulai mewarnai jalanan meski lalu lalang pengguna tak sepadat waktu lalu karena negara masih didera wabah pandemi.

Pedoman Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-75 pun sudah disosialisasikan Sekretariat Negara Republik Indonesia dengan menerbitkan Surat bernomor B-457/M.Sesneg/Set/TU.00.04/06/2020 tentang Partisipasi Menyemarakan Peringatan Hari Ulang Tahun ke-75 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2020 kepada para pejabat negara di seluruh Indonesia. Imbauan mengibarkan bendera merah putih, memasang  umbul-umbul, dekorasi, atau hiasan lainnya serentak sejak tanggal 1 Juli s.d. 31 Agustus 2020 dengan merujuk pada pedoman logo dan desain turunan HUT Ke-75 Kemerdekaan Rl dalam berbagai media (website/media sosial instansi, stiker kendaraan dinas dan kendaraan jemputan, souvenir maupun merchandise instansi, dan lain-lain.)

Kebijakan pelaksanaan Peringatan HUT Ke-75 Kemerdekaan RI Tahun 2020 tetap mempertimbangkan kondisi bangsa yang masih menghadapi wabah pandemi. Kepatuhan protokol kesehatan penanganan tetap mejadi prioritas  serta penggunaan biaya yang tidak berlebihan. Peringatan Kemerdekaan tahun 2020 mengutamakan penanama karakter cinta tanah air dengan penggunaan tema dan logo Bangga Buatan Indonesia. 

Peringatan hari kemerdekaan sudah saatnya bukan sekadar rutinitas dan hadir semarak sepintas. Selayaknya menjadi momentum nasional untuk evaluasi serta introspeksi perjalanan bangsa ini. Nasionalisme bukan sekadar wacana dan program yang dihembuskan seiring pengibaran bendera. ldealnya nasionalisme menjadi jiwa yang muncul dalam keseharian pada kehidupan kita.Kehidupan dalam keluarga, masyarakat, instansi bekerja, daerah dan akhirnya seluruh bangsa. Ingat sederet kata yang masyur dikobarkan para pendahulu kita. Jangan bertanya negara sudah memberikan apa, namun tanyakan pada diri masing-masing apa yang sudah kita berikan untuk bangsa ini. Mari kita mulai dari yang dekat, kecil, sederhana mampu dilakukan untuk berkarya mengubah peradaban menjadi lebih baik. 

Salam Merdeka...!!!

                                                           Penulis : Sumarjiono, S.Pd.

                                                          Guru SMA Negeri 8 Yogyakarta

                                                          Bangga Berbahasa Indonesia

CP. 0812 273 5546