Pemuda Agen Pembaruan


Kami Putra dan Putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.

Kami Putra dan Putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.

Kami Putra dan Putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia

Gema suara para pemuda saat kumandang Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928 selayaknya menjadi pemantik dan pemicu pemuda zaman sekarang untuk berperan dalam proses memajukan bangsa. Meskipun kondisi saat ini tidak memungkinkan untuk melakukan peringatan Sumpah Pemuda seperti tahun lalu namun semangat pemuda harus tetap menyala di setiap dada pemuda. Pemuda merupakan tulang punggung dalam proses pengembangan aset dan potensi bangsa. Pemuda menjadi harapan mampu berkontribusi di semua lini kehidupan berbangs dan bermasyarakat.

Peringatan Sumpah Pemuda ini diintruksi melalui surat menteri Pemuda dan Olah Raga nomor PP.0202/10.1.2/MENPORA/X/2020 tanggal 1 Oktpober 2020 perihal Panduan Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-92 tahun 2020 yang ditindaklanjuti dengan Kementerian Pemuda dan Olah Raga menerbitkan Surat Edaran bernomor PP.02.02/10.15.1/SET D-11/X/2020 tanggal 15 oktober 2920 perihal pemasangan logo dan peringatan Hari Sumpah Pemuda di tingkat pusat maupun daerah.

Peringatan Sumpah Pemuda dalam masa pandemi ini dilakukan secara virtual di instansi pusat, daerah dan rumah masing-masing yang disiarkan melalui TVRI pusat. Semarak peringatan dengan memasang baliho, spanduk serta logo di linkungan masing-masing serta media sosial. Bulan Oktober sebagai bulan pemuda untuk menumbuhkembangkan semangat bersatu serta bangkit mengatasi kesulitan yang sedang melanda negeri. 92 tahun bukanlah waktu yang singkat untuk kita melahirkan kembali semangat para pemuda saat itu. Lahirnya Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, ketika berlangsung Kongres Pemuda II. Momentum Sumpah Pemuda menjadi salah satu titik balik perjalanan bangsa Indonesia menuju Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1945. 

Sumpah Pemuda menjadi pondasi kesadaran utama  bangsa Indonesia untuk melakukan perjunagn secara nasional. Sebelumnya perjuangan masih bersifat kedarrah sehinggan mudah dikalahkan.  Persatuan itu kemudian ditandai dengan momen Sumpah Pemuda. Lagu Indonesia Raya diperdengarkan pertama kali pada saat kongres tersebut menjadi penyemangat yang selayaknya menginspirasi semangat nasionalisme di era globalisasi ini.  Apalagi globalisasi di era digital, peran pemuda untuk memberikan inovasi di bidang teknologi sangat penting. Saat ini, kita sudah berada pada era disrupsi dimana ide dari generasi muda dapat merubah setiap sistem atau struktur yang sudah ada. Digitalisasi seharusnya mengarah kepada kemudahan dalam pengolahan suatu informasi. Dengan konsep tersebut, semua aktivitas manusia dapat dipermudah.

Peran pemuda di berbagai bidang kehidupan dapat menjadi agen pendidik. Pendidikan sebagai fondasi untuk pembentukan karakter generasi muda. Dengan pendidikan, generasi penerus bangsa dapat menjalankan perannya untuk meningkatkan mutu pendidikan. Semangat agen pendidik muda, diharapkan pendidikan dapat merata ke seluruh penjuru negeri. Pemuda merupakan agen perubahan. Pemuda dapat mengupayakan perubahan dilingkungan masyarakat dengan memberikan motivasi. Selain itu, dengan inovasi teknologi pemuda dapat melakukan perubahan yang dapat diimplementasikan di lingkungan masyarakat.

Pembangunan tak bisa lepas dari peran pemuda. Berbekal kemampuan dan pengetahuan tentang media digital, pemuda juga dapat memperkenalkan budaya Indonesia ke kancah Internasional. Pembangunan juga dapat dikaitkan dengan infrastruktur dan sistem pemerintahan tanah air. Seiring dengan modernisasi dan digitalisasi, tentunya identitas bangsa perlu dipertahankan. Indonesia harus tetap mengikuti perkembangan teknologi agar tidak tertinggal. Peran pemuda sangat penting untuk menjawab tantangan sebagai agen pembaruan (agent of change). Untuk mewujudkan itu maka pemuda harus memiliki bekal skill yang cukup, survive, handal mengatasi berbagai persoalan, solutif namun tetap toleran dengan perkembangan di sekitarnya.  

                                                                                                               Penulis : Sumarjiono

                                                                                                             ~ Semangat pemuda guru Delayota ~