Sosialisasi AKM Layanan Pemenuhan Kebutuhan Siswa


Wacana yang dilontarkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim akhir tahun 2019 lalu terkait dengan penghapusan Ujian Nasioan (UN) dan digantikan dengan Asesmen Kompetensi Minimal (AKM) menjadi pemantik adanya perubahan dalam dunia pendidikan di Indonesia. Pengumuman soal penggantian ujian nasional ini disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim saat Rapat Koordinasi bersama Dinas Pendidikan Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Indonesia. Nadiem memastikan tolok ukur bagi para siswa harus tetap ada tapi hal yang diukur akan diubah.

"Asesmen kompetensi minimal adalah kompetensi yang benar-benar minimum di mana kita bisa memetakan sekolah-sekolah dan daerah-daerah berdasarkan kompetensi minimal. Apa itu materinya. Materinya yang bagian kognitifnya hanya dua. Satu adalah literasi dan yang kedua adalah numerasi," papar Nadiem di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Rabu (11/12/2019).

Literasi bukan sekadar kemampuan membaca, tapi juga kemampuan menganalisis suatu bacaan serta kemampuan untuk mengerti atau memahami konsep di balik tulisan tersebut. Sedangkan numerasi adalah kemampuan menganalisis menggunakan angka. Literasi dan numerasi bukan mata pelajaran bahasa atau matematika, melainkan kemampuan murid-murid menggunakan konsep itu untuk menganalisis sebuah materi.

Hal itu menjadi pemicu dan pemacu bagi setiap sekolah untuk menyelenggarakan sosialisasi intensif kepada siswa supaya tidak gagap dan gugup menghadapi AKM pada saatnya nanti. Sejak awal Oktober 2020 SMA Negeri 8 Yogyakarta menyelenggarakan program sosialisasi AKM untuk kelas XI dan XII. AKM bagi kelas XII sifatnya adalah pengenalan sedangkan bagi kelas XI lebih intensif. SMA Negeri 8 Yogyakarta. Dr. Sri Utari, M.Pd.Si selaku wakil kepala sekolah bidang kurikulum menjelaskan terkait dengan program penyelenggaraan AKM. "Format sosialisasi AKM di SMA Negeri 8 Yogyakarta melalui siswa latihan mengerjakan soal dan pembahasan oleh guru secara daring ini tidak hanya literasi dan numerasi namun juga survei karakter yang melibatkan guru-guru BK," jelas Sri utari. Untuk menghadapi Penilaian Akhir Semester Gasal maka program AKM berakhir sampai bulan November minggu ketiga. "Secara umum program sosialiasi AKM ini terlaksana dengan baik dan lancar sedangkan respon siswa dari segi jumlah, nilai dan hambatan masih dalam proses rekapitulasi yang akan dijadikan bahan evaluasi untuk pelaksanaan semester genap nanti," pungkas Sri utari.

 

~MRJ~