Sosok Inspirasi Masa Kini


Tentunya telinga kita sudah tidak asing dengan nama Raden Ajeng Kartini yang disebut-sebut sebagai pejuang emansipasi wanita pada masanya. Saat itu, rakyat mengagumi, menghormati, dan mengimplementasikan paham-paham positif yang diusung Kartini. Tentu, banyak pihak yang menganggap langkah yang diambil Kartini itu berlebihan dan muluk-muluk. Akan tetapi, seiring berjalannya waktu dan berkembangnya tekad yang menular ke perempuan-perempuan lain, tujuan Kartini semakin terlihat nyata. Peran perempuan tak kalah penting dari laki-laki dalam dinamika kehidupan bernegara dan kebebasan untuk memilih.

            Di era serba teknologi ini, wadah-wadah pemberdayaan perempuan di berbagai macam platform juga turut berkontribusi menyebarluaskan iktikad baik perempuan. Ada juga forum diskusi mengenai isu-isu terkini untuk bertukar pendapat dan kegiatan-kegiatan lain yang difokuskan untuk mengangkat peran perempuan dalam berbagai segi kehidupan. Rupa-rupanya, sosok Kartini 1912 lalu masih mengudara di benak taruni-taruni Indonesia. Sosok Kartini masa kini terus bergerak dan berteman dengan perubahan zaman.

Kartini masa kini menurut pandangan saya ialah sosok yang berani mendobrak adat dalam masyarakat yang merugikan perempuan, berani meluruskan pandangan, dan sistem patriarki yang sudah mendarah daging. Memang, tidak semua perempuan akan setuju dengan ide yang belum diterima masyarakat luas. Namun, inilah yang menjadi tantangan Kartini masa kini agar tetap teguh pada pendirian sekaligus tidak memaksakan ideologinya kepada perempuan lain. Kartini masa kini juga harus mandiri karena tuntutan zaman dan mewujudkan tujuan mulia, yaitu memerdekakan “perempuan” itu sendiri.

Sosok Kartini masa kini bisa direalisasikan dalam tiap-tiap jiwa perempuan yang sepenuhnya sadar akan kepentingan eksistensinya di masyarakat. Namun, semua akan menjadi sia-sia  jika kesadaran sudah tertanam di benak banyak wanita, tetapi hanya satu-dua yang benar-benar bertindak. Maka dari itu, kebulatan hati bersama sangat dibutuhkan agar buah-buah pemikiran tidak membusuk.

Kalau saya dipercayai untuk menjadi Kartini Masa Kini, itu bukan hanya perkara tulis-menulis opini yang akan saya simpan sendiri. Saya akan menyosialisasikan pentingnya peran perempuan dalam menciptakan harmonisasi bermasyarakat. Misi ini tidak akan tercapai kalau gairahnya hanya bertahan pada saat permulaan saja. Diperlukan pengawasan berkelanjutan yaitu memastikan supaya diseminasi pentingnya peran perempuan tidak hanya dipandang sebagai materi, tetapi sungguh dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.

Langkah konkretnya bisa dengan memberi kesempatan perempuan untuk mengetuai suatu acara di wilayah tempat tinggalnya. Bisa juga dengan mendirikan pusat pelatihan berbisnis di era digital. Dengan begitu, minat dan bakat perempuan-perempuan tidak akan menjadi sia-sia. Salah satu contoh perempuan yang sukses berkat berbisnis ialah Catherine Hindra Sutjahjo, pendiri Zalora, aplikasi belanja online Indonesia. Ada juga Merrie Elizabeth yang sukses mendirikan Blobar, salah satu salon terkemuka di Indonesia. Merrie juga pernah masuk dalam daftar 30 Under 30 Forbes Asia, kategori Retail dan E-Commerce pada tahun 2016 silam.

Forum diskusi dan pelatihan kepemimpinan bagi pemudi-pemudi juga akan saya jadikan prioritas karena merekalah tonggak Bangsa Indonesia kala nanti. Mengingat juga, masih sedikitnya perempuan yang memberanikan diri berkecimpung di ranah politik, pemerintahan, dan hukum Indonesia. Khalayak memandang kalau perempuan kurang bisa dipercayai duduk di kursi pemerintahan, karena figurnya yang sering disandingkan dengan kelemahlembutan dan mementingkan perasaan dibandingkan logika.

Tri Rismaharini atau yang sering kita sebut Bu Risma, bisa mematahkan penilaian-penilaian kuno itu. Beliau menjadi Walikota Surabaya wanita pertama yang menjabat dari tahun 2010-2015. Kartini Masa Kini ini berhasil membuat Taman Bungkul Surabaya yang awalnya sukar disebut taman, menerima penghargaan sebagai taman terbesar di Asia Tenggara. Sifat tegas, melangkah tanpa ragu, dan jujurnya itu juga dapat dilihat dari tindakannya yang menambah anggaran pendidikan di Surabaya sebesar 35% dari APBD. Untuk segala jasa dan kerahannya, Bu Risma ditetapkan The City Mayors Foundation sebagai nominasi walikota terbaik dunia pada 2012 dengan perhargaan World Mayor Price. Tak khayal, prestasinya ini mampu membuka mata masyarakat yang masih menutup akan peran perempuan yang sejajar dengan laki-laki.

Di samping mengadakan forum diskusi untuk bertukar pendapat dan melatih kepemimpinan, saya juga akan bekerja sama dengan organisasi-organisasi perempuan membantu melancarkan rancangan program pemberdayaan perempuan di wilayah sekitar tempat tinggal. Selain menambah ragam program yang bermanfaat, kepercayaan masyarakat akan lebih mudah didapat karena organisasi-organisasi perempuan ini sudah kredibel.

Tentunya, untuk merealisasikan program-program di atas, perlu pemahaman yang utuh terkait nilai-nilai peran Kartini yang bisa diimplementasikan di masa kini dan di masa karir mendatang dengan melakukan beberapa penyesuaian. Nilai-nilai yang diambil juga tak luput dari seberapa besar perjuangan Kartini untuk menyejahterakan serta mengangkat derajat dan martabat perempuan pribumi di masa perjuangan dulu. Bisa jadi, tanpa inisiatif dan emansipasi beliau, kaum perempuan Indonesia membutuhkan waktu yang lebih lama lagi untuk merasakan kebebasan berpendapat dan memilih pilihan yang murni dari akal budinya sendiri.

Kartini mengajarkan kita untuk berpegang teguh pada apa yang kita anggap benar, seberat apa pun hambatan di luar sana. Sifat ini sangat kita butuhkan dalam karier masa depan, mengingat zaman bergerak sangat cepat dan orang-orang yang akan kita hadapi nanti akan sangat majemuk. Kartini juga mengajarkan kita untuk mendobrak hal-hal yang tidak benar, tetapi masih terpelihara dalam kelompok yang para anggotanya sulit untuk menyuarakan pendapat berbeda. Biasanya, anggota akan merasa takut dikucilkan, dianggap merusak, dan konsekuensi-konsekuensi lain kalau menyalurkan gagasan yang dianggap tak lazim dalam paguyubannya. Dari Kartini, nilai nasionalisme juga patut kita bawa sampai akhir hayat. Karena Indonesia akan selalu membutuhkan kita. Ada juga suatu nilai yang mahal harganya dan dijunjung tinggi oleh Kartini sendiri. Nilai yang berada sangat dekat dengan kita, tetapi masih susah untuk benar-benar didapat. Yang tak lain ialah kebebasan. Tentu saja yang dikehendaki Kartini adalah kebebasan bertanggung jawab yang paham dan berani menanggung konsekuensinya, kebebasan yang tidak hanya mementingkan diri sendiri, tapi juga orang banyak.

Sosok Kartini di masa kini tidak hanya berani berkoar perihal pentingnya eksistensi suara perempuan dalam berbagai bidang, tetapi juga tak gentar mengambil tindakan walau harus melawan arus deras yang salah arah. Kartini masa kini ialah perempuan yang tidak memaksakan ideologinya kepada perempuan lain, tetapi yang menghargai dan mengayomi pendirian tiap-tiap perempuan sebagaimana mestinya.

Untuk mewujudkan tujuan yang sejatinya dicita-citakan semua perempuan Indonesia, dibutuhkan kerja sama untuk menghidupkan kesadaran kebebasan perempuan yang bertanggung jawab dalam berbagai bidang kehidupan. Menegaskan pada semua warga negara, bahwa perempuan dan laki-laki adalah sejajar. Tidak apa-apa tidak diraih dalam waktu dekat. Terpenting, ide pemikiran kita tidak membusuk karena hanya dipendam sendiri tanpa berani disalurkan. Saatnya Kartini masa kini bersinergi berbakti untuk negeri.

                                                                                     Penulis : Florentina Rachel, Siswa Kelas XI IPS

                                                                                                    SMA Negeri 8 Yogyakarta

Esai peraih Juara 1 Lomba Peringatan Hari Kartini Tahun 2021 diselenggarakan oleh Dharma Pertiwi Koorcab DIY (dengan beberapa penyuntingan).

Editor : Sumarjiono, S.Pd.