Vaksinasi Untukmu Pendidik


Masa pandemi diharapkan segera berakhir. Harapan pendidik dan peserrta didik makin membuncah untuk segera melakukan pembelajaran tatap muka. Ada secercah harapan yang menyelinap tatkala setiap hari menatap layar yang memisahkan jarak nun jauh di sana. Meskipun tak dipungkiri ada banyak hikmah dalam dunia pendidiikan dengan metode pembelajaran jarak jauh ini. Bukan sekadar persoalan penyampaian keilmuan namun ada sesuatu yang hilang ketika interaksi pendidik dengan peserta didik berjarak ruang dan masa. 

Secercah  binar harapan tampak di wajah para pendidik tatkala pemerintah menginformasikan jadwal untuk vaksinasi tahap 1. Ada bara yang melecutkan asa tatkala upaya untuk mencegah penyebaran virus ini terus dilakukan. Setahun lebih masa penantian untuk mendapatkan solusi pencegahan yang lebih masif dengan pengobatam saah satunya vaksin. Semua sadar pemerintah dan medis pasti telah berjibaku dengan segala daya untuk mendaptkan solusi supaya negeri ini segera lepas dari jerat belenggu pandemi yang menghempaskan berbagai sisi kehdupan. 

Setelah mendapatkan vaksin Covid 19 maka selayaknya diketahu beberapa hal yang terkait dengan itu. Vaksin dibuat untuk mencegah penyakit. Covid 19 merupakan harapan terbaik menekan penularan virus corona. Namun, mungkin tak sedikit awam yang masih mempertanyakan manfaat vaksin Covid 19, cara kerjanya, atau mungkin efek samping yang dapat terjadi. 

Peredaran berita infeksi Covid 19 dapat menyebabkan komplikasi medis yang parah dan menyebabkan kematian pada beberapa orang. Tidak ada cara untuk mengetahui bagaimana virus corona ini memengaruhi kondisi tubuh seseorang. Jika satu orang tertular Covid 19 maka akan mudah menularkan virus tersebut kepada keluarga, teman, dan orang lain di sekitarnya. 

Ada beberapa jenis vaksin yang sedang dikembangkan. Semuanya mengandung zat yang dapat meningkatkan sistem kekebalan yang membuat tubuh mengenali dan melawan virus Covid 19. Terkadang, proses ini menimbulkan gejala seperti demam ringan. Gejala ini dianggap normal dan sebagai tanda bahwa tubuh sedang membangun perlindungan terhadap virus penyebab Covid 19. 

Saat ini, para ahli berupaya mengetahui sampai kapan seseorang terlindungi dari sakit lagi setelah sembuh dari Covid 19. Kekebalan tubuh yang didapatkan seseorang dari infeksi (kekebalan alami), bervariasi pada setiap orang. Beberapa bukti awal menunjukkan kekebalan alami mungkin tidak bertahan lama. Namun, hal ini masih dipelajari lebih lanjut. Sementara ini, prioritas vaksin akan difokuskan pada mereka yang belum tertular terlebih dulu. 

Saat mendapatkan vaksin Covid 19 diharapkan bisa melindungi tubuh dengan menciptakan respons antibodi di tubuh tanpa harus sakit karena virus corona. Vaksin Covid 19 mampu mencegah seseorang terkena virus corona. Upaya minimal vaksin dapat mencegah tubuh dari sakit parah atau potensi hadirnya komplikasi serius. Melalui vaksin akan membantu melindungi orang-orang di sekitar dari virus corona. Terutama orang-orang yang berisiko tinggi terkena penyakit parah akibat Covid 19. Di akhir proses vaksinasi, tubuh belajar melindungi diri dari infeksi di kemudian hari. Respon kekebalan dan pembuatan antibodi itulah yang melindungi tubuh dari infeksi jika virus yang sebenarnya masuk ke tubuh. 

Vaksin tahap 1 untuk pendidik merupakan proses awal yang yang menumbuhkan harapan kelangsungan pembelajaran tatap muka yang diinginkan berbagai phak. Prioritas vaksinasi pendidik selayaknya mendapat apresiasi dari berbagai pihak yang berkompeten dalam pengambilan kebijakan program vaksinasi ini. Ada rangkaian tahapan yang harus dilalui pascavaksin sebelum pembelajaran tatap muka dimulai lagi. Paling tidak, harapan itu tetap ada seiring menunggu waktu tiba.

                                                                                          Penulis : Sumarjiono, S.Pd.

                                                                                          Guru Bahasa Indonesia SMA Negeri 8 Yogyakarta